News  

HMI Maros Soroti Maraknya Anak Jalanan dan Pengemis di Kabupaten Maros

Walai.id, Maros – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros menyatakan keprihatinan mendalam atas maraknya keberadaan anak jalanan, pengemis, dan pengamen di berbagai sudut Kabupaten Maros yang semakin mengganggu ketertiban umum serta berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan kriminalitas, Ahad, 20/7/2025.

Ketua Umum HMI Maros, Muhammad Taufik Hidayat, menyampaikan bahwa fenomena ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga mencerminkan lemahnya sistem perlindungan sosial dan pengawasan dari pemerintah daerah.

 “Kami melihat makin hari jumlah anak jalanan dan pengemis makin meningkat, bahkan di titik-titik strategis seperti lampu merah, pasar, dan kawasan perkantoran. Ini bukan hanya soal kemiskinan, tetapi juga potensi eksploitasi dan jaringan pengemis yang terorganisir,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gelombang Keresahan Publik, Gerakan Rakyat Sulsel Minta Presiden Bersikap Tegas

HMI menilai bahwa belum ada tindakan tegas, terstruktur, dan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, negara berkewajiban untuk melindungi kelompok rentan, termasuk anak-anak.

Tuntutan dan Seruan HMI MAROS:

1. Pemerintah Daerah segera membentuk tim terpadu antara Dinas Sosial, Satpol PP, dan instansi terkait untuk:

  • Melakukan pendataan dan asesmen sosial terhadap anak jalanan dan pengemis,
  • Menyusun langkah rehabilitasi dan reintegrasi sosial,
Baca Juga :  Pemuda Asal Maros Tampil Pidato Bahasa Jepang di Nagano
  • Melakukan penertiban terukur dengan pendekatan humanis.

2. Kepolisian Resor Maros untuk:

Mengusut potensi jaringan eksploitasi anak dan pengemis terorganisir.

3. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang secara langsung, namun mendukung melalui lembaga sosial yang terpercaya.

“Jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, HMI siap melakukan aksi moral sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap kondisi daerah. Ini bukan hanya soal ketertiban, tapi menyangkut masa depan anak-anak dan wajah kemanusiaan kita,” tutup Hasruli selaku Ketua Bidang Ham dan Lingkungan Hidup.