News  

Menkomdigi: Media Kredibel Adalah Mitra Strategis Pemerintah dalam Menjaga Ruang Digital Sehat

Walai.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyerukan penguatan kolaborasi antara pemerintah dan media nasional untuk menjaga ruang digital Indonesia yang sehat, aman, dan bebas dari hoaks serta konten destruktif.

Hal ini disampaikannya dalam Bisnis Indonesia Forum: 4 Dekade Bisnis Indonesia di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/6).

“Media yang baik, media yang sustain, media yang menjaga nilai-nilai etik jurnalistik itu adalah mitra strategis pemerintah,” tegas Meutya di hadapan para pemangku kepentingan industri media dan komunikasi.

Ia menyoroti tiga tantangan utama yang kini dihadapi media nasional di era disrupsi digital, yaitu meningkatnya persaingan dengan platform global, fragmentasi audiens yang menuntut personalisasi, dan pergeseran preferensi masyarakat ke konten berbasis audio-visual.

“Tiga tantangan ini melahirkan lima tren besar: personalisasi konten, beragamnya model monetisasi, dominasi konten video dan audio, penggunaan data yang makin intensif, serta pentingnya menjaga kualitas dan kredibilitas,” jelas Meutya.

Baca Juga :  Bingkai Keakraban Warnai Buka Puasa Bersama DPN BMI dan Pengurus Partai Demokrat

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Meutya menekankan bahwa industri media nasional masih memiliki prospek cerah. Data menunjukkan total belanja iklan media di Indonesia pada kuartal pertama 2024 mencapai USD 744 juta. Angka ini, menurutnya, menandakan bahwa media nasional masih dipercaya sebagai kanal strategis oleh pelaku industri.

“Ini bukti bahwa media tetap relevan dan dipercaya, meski tantangan shifting ke non-mainstream tak bisa dihindari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan tiga agenda utama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memperkuat ekosistem media di Indonesia: literasi digital untuk masyarakat, penguatan tata kelola teknologi termasuk pengawasan platform dan kecerdasan buatan, serta peningkatan kapasitas SDM media agar mampu beradaptasi di era disrupsi.

Baca Juga :  Bingkai Keakraban Warnai Buka Puasa Bersama DPN BMI dan Pengurus Partai Demokrat

“Ketika ruang digital lebih aman dan sehat, masyarakat akan lebih terbiasa mencari informasi dari media yang kredibel. Sebaliknya, jika kita membiarkan hoaks, judi online, dan pornografi tumbuh, maka akan sulit menjaga ekosistem informasi yang sehat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya regulasi seperti Publisher Rights sebagai bentuk keberpihakan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan media di tengah tekanan dari platform global. Kerjasama pemerintah dengan berbagai media nasional terus dijalankan untuk menciptakan ekosistem yang adil dan inklusif.

Menutup sambutannya, Meutya mengajak seluruh pelaku media untuk menjadikan momentum 40 tahun Bisnis Indonesia sebagai titik tolak memperkuat kolaborasi demi ruang publik yang sehat dan masa depan media nasional yang inovatif dan berdaya saing.

“Media harus terus menjadi simpul suara rakyat, penggerak semangat kebangsaan, dan jembatan kemajuan Indonesia. Ini saatnya kita menetapkan titik temu untuk titik tumbuh baru,” pungkasnya.