Walai.id, Depok – Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penguatan kepemimpinan digital di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi penyiaran nasional.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menjelaskan bahwa Program Digital Leadership Academy (DLA) akan menjadi bekal strategis bagi para pemimpin RRI untuk menghadapi tantangan era digital dan memperkuat peran RRI sebagai media publik yang inklusif dan adaptif.
“Pelatihan Digital Leadership Academy ini kami harapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan digital para pemimpin RRI dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Nezar dalam acara pembukaan Program Pelatihan DLA Mitra LPP RRI di RRI Multiplatform Broadcast Center, Depok, Jawa Barat, Senin (19/5).
Nezar menambahkan, sebagai aset bangsa, RRI perlu terus berinovasi di bidang digital agar tetap relevan dan semakin dekat dengan masyarakat. Penguasaan teknologi digital terbaru diharapkan menjadikan RRI lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Sebagai radio terbesar di Indonesia dan aset bangsa, RRI diharapkan tetap menjadi suara rakyat,” tegas Nezar.
Wamenkominfo juga mengapresiasi adopsi teknologi yang sudah dijalankan oleh LPP RRI. Menurutnya, inovasi digital harus terus diperkuat agar RRI mampu bersaing di tengah lanskap media yang kian beragam.
“Saya melihat RRI bergerak maju. Dalam lanskap yang sangat beragam saat ini, dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk menjangkau pemirsa, pembaca, dan pengguna platform media agar RRI tetap relevan dan disimak masyarakat,” ujar Nezar.
Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas para pemimpin RRI melalui Program DLA.
“Program ini strategis untuk meningkatkan kompetensi agar RRI mampu menghadapi perubahan besar di semua aspek, termasuk industri penyiaran,” kata Hendrasmo.
Dengan tema Smart Digital Broadcaster: Optimalisasi Ekosistem Penyiaran Multiplatform LPP RRI, Hendrasmo berharap Program DLA dapat memperkuat posisi RRI dalam ekosistem digital.
“Tidak hanya dari sisi teknologi cerdas seperti AI, data analitik, atau otomasi digital, tetapi juga perubahan pola pikir agar RRI tidak hanya bertahan di era disrupsi, tapi juga mampu memenangkan persaingan,” pungkasnya.