MAROS, Walai.id – Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar Timur menggelar pertemuan strategis dengan Dewan Pendidikan Kabupaten Maros untuk mempersiapkan agenda pengabdian masyarakat kolaboratif di wilayah Kabupaten Maros.
Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 23/02/2026 tersebut menjadi langkah awal dalam menyinergikan potensi akademik mahasiswa dengan arah kebijakan sektor pendidikan daerah.
Program ini ditujukan untuk memberikan dampak nyata, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan lembaga daerah merupakan wujud tanggung jawab sosial intelektual dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di tingkat lokal.
Menurutnya, integrasi antara teori akademik dan praktik lapangan menjadi kunci keberhasilan program.
“Kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan Dewan Pendidikan dapat mempercepat transformasi pendidikan di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Ismail juga menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan lapangan secara akurat agar program yang dijalankan tepat sasaran dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Selain itu, aspek keberlanjutan diharapkan menjadi perhatian utama agar kegiatan pengabdian tidak bersifat seremonial semata.
Ia optimistis, dengan manajemen organisasi yang solid dan sinergi lintas lembaga, program ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta mendukung pembangunan sumber daya manusia di Maros.
Sejumlah pertemuan lanjutan dengan mitra strategis juga tengah dilakukan untuk mematangkan teknis pelaksanaan di lapangan. Program pengabdian ini direncanakan mencakup literasi teknologi, penguatan manajemen sekolah, serta pendampingan belajar bagi siswa di daerah terpencil.
Kegiatan kolaboratif tersebut diharapkan segera diluncurkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun daerah melalui penguatan sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.