News  

Putih Sari Desak Kementerian Kesehatan Tingkatkan Upaya Penanganan Stunting

Walai.id, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, mengingatkan Kementerian Kesehatan tentang perlunya upaya lebih serius dalam menurunkan dan menangani stunting di Indonesia, Sabtu, 18/5/2024.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, di Ruang Rapat Komisi IX, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/5).

“Kami mengingatkan Kementerian Kesehatan atas pentingnya upaya yang lebih serius untuk mengatasi stunting,” ujar Putih Sari.

Ia menekankan bahwa Kementerian Kesehatan harus fokus tidak hanya pada pencegahan tetapi juga pada penyembuhan stunting.

Baca Juga :  Silaturahmi Peserta Munaslub PELTI di Kediaman Nurdin Halid

Menurutnya, hal ini penting untuk mencapai target penurunan angka stunting nasional menjadi 14 persen pada 2024.

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini juga mengingatkan agar Kementerian Kesehatan dan BKKBN memastikan bahwa program penurunan angka stunting dapat menjadi warisan bagi pemerintahan selanjutnya.

“Komisi IX mengharapkan bahwa program untuk menurunkan stunting ini bisa menjadi legasi bersama yang baik dari Kemenkes maupun BKKBN bersama Komisi IX periode 2019–2024,” ucap Putih Sari.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan memiliki 11 intervensi spesifik untuk menurunkan angka stunting.

Baca Juga :  Kemenperin Dorong Kebangkitan Industri Tekstil Lewat Peta Jalan dan Teknologi 4.0

Intervensi tersebut meliputi skrining anemia terhadap remaja putri dan ibu hamil, konsumsi tablet tambah darah untuk remaja putri, pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet tambah darah bagi ibu hamil, dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kurang energi kronis.

Selain itu, intervensi lainnya adalah pemantauan pertumbuhan balita, edukasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) hewani bagi anak usia 0–24 bulan, serta peningkatan cakupan dan perluasan imunisasi.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan angka stunting di Indonesia dapat diturunkan secara signifikan, memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *