News  

Menkominfo: Adopsi Teknologi AI Tingkatkan Efisiensi Sektor Kesehatan

Walai.id, Semarang – Menteri Komunikasi dan Informatika menyoroti pentingnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam meningkatkan efisiensi sektor kesehatan, khususnya di bidang patologi anatomi.

Dalam sambutannya pada Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Profesor Bidang Ilmu Patologi Anatomi Agung Putra di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/12/2023).

Menkominfo menyatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar pada proses diagnosis penyakit, penelitian medis, perawatan pasien, dan inovasi di sektor kesehatan.

“Inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan data analytics mampu meningkatkan efisiensi diagnosis dan rekomendasi medis kepada pasien dengan cepat dan aksesibel, membantu tenaga kesehatan melakukan tindakan medis hingga meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ungkap Menkominfo.

Baca Juga :  Cepat Salurkan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan, Tetap Utamakan Akuntabilitas

Menkominfo juga menyoroti transformasi dalam bidang histopatologi, di mana adopsi teknologi digital, seperti sistem patologi digital, telah mengubah cara tradisional pemeriksaan sampel jaringan dengan mikroskop.

Sistem patologi digital memungkinkan para patolog bekerja dengan gambar resolusi tinggi dari sampel jaringan secara elektronik, memfasilitasi konsultasi jarak jauh, kolaborasi antara ahli, dan penyimpanan data yang lebih efisien.

Namun, Menkominfo mengingatkan bahwa, walaupun adopsi teknologi AI membawa berbagai manfaat, terdapat juga beberapa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah potensi pelanggaran prinsip pelindungan data pribadi pasien akibat ketidaksiapan infrastruktur dan tata kelola data.

Selain itu, biaya relatif tinggi dalam proses adopsi AI, miskonsepsi penggunaan AI sebagai pengganti diagnosis tenaga kesehatan, potensi bias dalam sistem AI, dan ketidakjelasan regulasi dan aturan hukum menjadi beberapa dampak yang perlu diperhatikan.

Baca Juga :  Lampaui Rp565 Triliun, Investasi Manufaktur Terus Naik di Dekade Terakhir

Menkominfo berharap agar pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI di sektor kesehatan dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat, sambil tetap memperhatikan aspek etika, privasi, dan keamanan data.

Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah tokoh, termasuk Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Azhar Combo, Rektor Universitas Negeri Islam Sultan Agung Gunarto, Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Periode 2023-2028 Bambang Tri Bawono, Profesor Bidang Ilmu Patologi Unissula, Agung Putra, serta seluruh jajaran Civitas Akademika Unissula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *