Walai.id, Surabaya – Dalam rangka mendukung akselerasi pembangunan nasional dan mewujudkan perekonomian Indonesia yang kuat dan berkelanjutan, Pemerintah mengakui pentingnya meningkatkan investasi melalui sumber pembiayaan jangka panjang yang melibatkan investor individu, Jumat 8/9/2023.
Dalam upaya ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama melalui Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK) untuk menyelenggarakan kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) tahun 2023.
Like It 2023, yang merupakan seri ketiga acara ini, diadakan di Surabaya pada tanggal 7 September 2023, dengan tujuan memberikan edukasi dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya berinvestasi.
Prof. Candra Fajri Ananda, Staf Khusus Menteri Keuangan, menyampaikan bahwa saat ini hanya sekitar 6% dari jumlah penduduk berusia lebih dari 20 tahun yang menjadi investor individu di Indonesia. Ini disebabkan oleh tingkat literasi keuangan yang masih rendah.
Prof. Candra menggarisbawahi pentingnya menjadi investor individu dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tema dari acara Like It 2023 seri ketiga adalah “Generasi Muda Indonesia Cerdas Berwirausaha dan Berinvestasi.” Generasi muda di Indonesia memiliki potensi besar untuk berinvestasi di pasar keuangan dan berkontribusi dalam pengumpulan dana jangka panjang yang diperlukan untuk pembangunan nasional.
Taukhid, Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu dimulai sejak dini. Dengan mendidik generasi muda tentang literasi keuangan sejak awal, diharapkan bahwa pengetahuan ini akan menjadi suatu kebiasaan yang menguntungkan di masa depan.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk pengembangan instrumen inovatif dan pemanfaatan teknologi, untuk mendorong generasi muda menjadi investor individu. Pemerintah juga telah melakukan reformasi sektor keuangan Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Adi Budiarso, mengharapkan agar generasi muda Indonesia dapat berperan sebagai agen literasi keuangan yang mengedukasi masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, tingkat literasi dan inklusi keuangan dapat ditingkatkan, dan sektor keuangan Indonesia dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.