News  

Peluncuran Negosiasi Kerangka Perjanjian Ekonomi Digital (DEFA) ASEAN

Walai.id, Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Jerry Sambuaga, menghadiri acara penting dalam kerangka perjanjian ekonomi digital ASEAN (DEFA) pada Minggu (3 September).

Acara ini diadakan sehubungan dengan ASEAN Economic Community Council Meeting ke-23 yang berlangsung di Jakarta, 3/9/2023.

Peluncuran negosiasi DEFA ini secara resmi diprakarsai oleh Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bersama Deputy Permanent Secretary, Ministry of Commerce Thailand, Ekachat Seetavorarat, serta Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn.

DEFA merupakan inisiatif yang memiliki tujuan utama untuk membentuk fondasi yang kokoh bagi ASEAN untuk menjadi salah satu kawasan dengan ekonomi digital terdepan di dunia. Dalam kerangka DEFA ini, arus barang, jasa, serta kelancaran dan keamanan data akan didukung oleh regulasi yang terpadu, peraturan yang bijaksana, infrastruktur yang terintegrasi, serta sumber daya manusia yang terlatih.

Baca Juga :  Mendag Zulkifli Hasan Bagikan Kurban 70 Sapi dan 104 Kambing

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam kehadirannya menyampaikan pentingnya kolaborasi regional dalam memajukan ekonomi digital di ASEAN. “Dengan peluncuran DEFA ini, kami menegaskan komitmen kuat kami dalam mewujudkan ekonomi digital yang inovatif dan kompetitif di seluruh kawasan ASEAN,” ujar Jerry Sambuaga.

Baca Juga :  Benny Simangunson Dukung Nurdin Halid Jadi Ketua Umum PELTI

Kerangka DEFA ini akan menjadi fondasi yang penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan di ASEAN, serta membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha dan pelaku ekonomi di kawasan ini.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan pemangku kepentingan dari negara-negara ASEAN, yang bersama-sama berkomitmen untuk merancang peraturan dan kerangka kerja yang mendukung perkembangan ekonomi digital yang harmonis di seluruh kawasan ASEAN. Peluncuran DEFA ini menjadi langkah signifikan menuju terciptanya ekosistem ekonomi digital yang seimbang dan berkelanjutan di ASEAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *