News  

Akbar Polo : Masyarakat Maros Kedinginan Akibat Banjir, Anggota DPRD Maros Ke Bali

Walai.id, MAROS – Sejumlah kalangan menyayangkan atas keberangkatan 31 anggota DPRD Maros Bimtek Ke Bali, menurut mereka bahwa kegiatan anggota DPRD ini sungguh sangat mengiris hati rakyat Maros. 

Dimana pada saat kondisi rakyat yang sedang kedinginan akibat bencana banjir dan butuh perhatian Wakil Rakyatnya yang duduk di kursi enak di DPRD Maros, pada Kamis, (16/02/2023). 

Menurut informasi yang diterima dari beberapa sumber bahwa para anggota DPRD Maros ini melakukan bimbingan teknis sehingga berkunjung ke Bali tentang sinergitas Forkopimda dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024. 

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Maros Hadiri Buka Puasa Bersama Badan Pengelola Global Geopark

Akbar Polo selaku pemegang mandat Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan angkat bicara terkait hal ini. Beliau sangat menyayangkan bahwa 31 Anggota DPRD Maros melakukan bimbingan Teknik ke Bali. 

“Dengan kondisi saat ini, saat masyarakat kedinginan akibat hujan deras sehingga banjir melanda masyarakat diwilayah Maros khususnya Kecamatan Simbang dan Moncongloe. Ditambah dengan bencana angin puting beliung yang melanda masyarakat di Kecamatan Tompobulu Maros, tentunya mereka sangat membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, utamanya dari para wakil rakyat”, ungkap Akbar Polo. 

Menurut Akbar Polo bahwa masyarakat yang terdampak bencana banjir dan angin puting beliung tersebut sangat membutuhkan masukan dan solusi serta uluran tangan dari para wakil rakyat yang berada DPRD Maros untuk turun melihat. Namun dimasa seperti ini malah para wakil rakyat tersebut lakukan kunjungan ke Bali. 

Baca Juga :  Bahas Pilkada Sulsel, Irfan AB Dipanggil Ashabul Kahfi

Akbar Polo berharap kepada warga masyarakat Kabupaten Maros untuk kedepannya agar berpikir jernih memilih wakil rakyat nantinya. 

Menurutnya bahwa ini sudah menjadi bukti bahwa ketika rakyat Maros membutuhkan karena terkena banjir mereka malah enak-enak ke Bali.

“Bimtek bisa dilakukan di Makassar atau di Maros tanpa membuang-buang Dana APBD Maros untuk melakukan Bimtek jauh-jauh ke Bali”, tutup Akbar Polo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *