News  

KUR Perikanan Capai Rp3,73 Triliun, BSI Salurkan Rp13,6 Miliar untuk Nelayan Lombok

WALAI.ID, LOMBOK TENGAH – Pemerintah terus mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nelayan serta pelaku usaha kelautan dan perikanan. Hingga 30 September 2026, penyaluran KUR sektor perikanan secara nasional mencapai Rp3,73 triliun.

Angka tersebut setara 1,55 persen dari total penyaluran KUR nasional yang mencapai Rp240,96 triliun. Sementara itu, penyaluran KUR di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat sebesar Rp4,8 triliun.

Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai salah satu penyalur KUR Syariah terbesar di Indonesia telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp10,39 triliun atau 69,29 persen dari target Rp15 triliun. Penyaluran tersebut menjangkau 69.995 debitur.

Baca Juga :  Indonesia–India Luncurkan Creative-Tech Corridor, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Dua Digit

Khusus di Desa Awang, Kabupaten Lombok Tengah, BSI telah menyalurkan KUR senilai Rp13,6 miliar kepada 160 nasabah nelayan. Capaian tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan monitoring dan evaluasi KUR sektor kelautan dan perikanan di Kampung Nelayan Desa Awang, Sabtu (10/10/2026).

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan pembiayaan bagi nelayan perlu disesuaikan dengan karakteristik usaha dan kebutuhan masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Tetap Solid, Pemerintah Bidik Pertumbuhan 6 Persen pada 2027

Menurutnya, optimalisasi KUR harus diiringi peningkatan kualitas layanan, pendampingan usaha, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pembiayaan memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Ferry bersama jajaran Kemenko Perekonomian, perwakilan BSI, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Tengah berdialog dengan nelayan serta mengunjungi debitur KUR. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi pemanfaatan pembiayaan, potensi pengembangan usaha, dan kendala yang dihadapi pelaku usaha pesisir.