Walai.id, JAKARTA — Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6 persen pada 2027 di tengah berbagai risiko ekonomi global. Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Airlangga mengatakan ekonomi Indonesia pada Semester I-2026 tumbuh 5,45 persen secara ctc, tertinggi untuk periode yang sama dalam 13 tahun terakhir. Inflasi tercatat 2,88 persen dan realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun.
Sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan tren positif. Penjualan mobil tumbuh 33,3 persen, konsumsi listrik 10,8 persen, dan penjualan semen 13,5 persen secara tahunan. Kredit perbankan Juni 2026 tumbuh 12,67 persen, sementara kredit investasi meningkat 24,9 persen.
Ketahanan eksternal tetap terjaga dengan cadangan devisa USD145,3 miliar atau setara 5,5 bulan impor. Neraca perdagangan Januari-Juni 2026 juga mencatat surplus USD3,58 miliar.
Untuk 2027, pemerintah menargetkan inflasi 2,5 persen, tingkat kemiskinan 6–6,5 persen, dan pengangguran 4,3–4,87 persen. Pemerintah akan mendorong hilirisasi, digitalisasi, AI, pertanian, energi, serta memperkuat investasi dan ekspor.