News  

BRIN Dorong Kolaborasi Riset dan Sekolah untuk Pengelolaan Data dan Pengembangan Sekolah Unggulan

Walai.id, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Pendidikan terus memperkuat kolaborasi strategis antara lembaga riset dan institusi pendidikan, terutama dalam pengelolaan data pendidikan serta pengembangan model sekolah unggulan.

Kepala Pusat Riset Pendidikan BRIN Trina Fizzanty mengatakan, kinerja sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor di luar proses pembelajaran di kelas. Karena itu, persoalan pendidikan perlu dilihat secara lebih luas dan komprehensif.

“Kinerja sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lingkungan, orang tua, hingga pemerintah daerah, sehingga masalah pendidikan tidak bisa hanya dilihat dari apa yang terjadi di dalam kelas saja,” ujar Trina saat menerima kunjungan studi Sekolah Islam Berwawasan Internasional Bina Anak Sholeh (BIAS) Klaten dan Bias Yaumi Pati di Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo, Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Trina menekankan pentingnya sinergi antara peneliti dan praktisi pendidikan di lapangan guna memahami dinamika pendidikan secara utuh.

“Persoalan-persoalan di pendidikan ini karena begitu kompleks maka pendekatannya harus holistik melihatnya,” katanya.

Baca Juga :  OJK Perkuat Peran BPD lewat KUB untuk Dorong Pembiayaan UMKM Daerah

Perwakilan sekolah Bias, Ananda Wahyu Yatama, menyampaikan bahwa kunjungan ini dilatarbelakangi kebutuhan sekolah untuk beradaptasi dengan era keterbukaan informasi berbasis data demi meningkatkan kualitas lulusan.

“Data saat ini tidak hanya dijadikan sebuah angka, tetapi menjadi rujukan atau dasar dalam perencanaan, pengambilan keputusan, serta bagaimana kita merancang sebuah program sekolah ke depannya,” ujar Ananda.

Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN Ibnu Salman menjelaskan, fokus riset BRIN pada 2026 mencakup kebijakan pendidikan hingga inovasi pembelajaran digital, termasuk pengembangan asisten guru berbasis kecerdasan buatan.

“Banyak problem yang sifatnya holistik yang coba kita susun menggunakan pendekatan yang beragam, dan ini adalah salah satu alat kami untuk mencoba menjawab hal-hal tersebut,” kata Ibnu.

Sementara itu, peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN Fitri Nurmahmudah memaparkan karakteristik sekolah unggulan di Indonesia yang umumnya memiliki identitas kuat serta manajemen yang konsisten.

“Sekolah unggulan itu selalu punya jargon masing-masing, tetapi yang membuatnya hidup adalah data, program, dan manajemen yang konsisten dengan jargon itu,” ujar Fitri.

Baca Juga :  Pemerintah Terbitkan 13 Seri Prangko pada 2026 untuk Merawat Ingatan Kolektif Bangsa

Ia menambahkan, budaya riset dapat ditanamkan sejak usia dini dengan mendorong rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis anak terhadap fenomena sederhana di sekitarnya.

Terkait model pendidikan alternatif, peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN Anggraeni Dian Permatasari memaparkan hasil riset mengenai sekolah alam yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan dalam kurikulum.

“Sekolah alam tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mengedepankan penguatan akhlak atau soft skill, keberlanjutan pangan, lingkungan, serta kewirausahaan,” kata Dian.

Arsiparis Ahli Madya BRIN Opan Subandi menyoroti pentingnya pengelolaan arsip sekolah, baik fisik maupun digital, sebagai bukti autentik sejarah dan kepemilikan lembaga.

“Arsip itu adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media. Ia menjadi memori yang menjadi histori bagi suatu institusi,” ujarnya.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang lebih formal antara BRIN dan jaringan sekolah Bias, baik melalui pembinaan riset bagi guru dan siswa maupun pengembangan program Degree by Research.