Walai.id, Pakistan – Pemerintah Indonesia dan Pakistan sepakat untuk memperkuat hubungan kemitraan bilateral melalui pertukaran sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) serta perjanjian kerja sama di berbagai sektor strategis.
Pertukaran dokumen tersebut berlangsung di kediaman resmi Perdana Menteri Pakistan di Islamabad, Selasa (09/12/2025), dan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Pakistan yang bertujuan untuk memperdalam kerja sama kedua negara, sekaligus memperkuat hubungan persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan PM Shehbaz Sharif berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan pembahasan mencakup berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting di berbagai bidang. Ia menilai pembicaraan antara kedua pemimpin negara berlangsung secara produktif dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan.
“Hari ini kita telah mengadakan pertemuan yang sangat produktif. Kita telah mencapai banyak kesepakatan di berbagai bidang dan kita telah membahas hal-hal yang menjadi kepentingan bersama,” ujar Presiden Prabowo.
Adapun sejumlah dokumen kerja sama yang dipertukarkan mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga pemberantasan narkotika. Salah satu perjanjian yang disepakati adalah kerja sama antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dengan Higher Education Commission of Islamic Republic of Pakistan terkait pengakuan bersama sertifikat dan gelar pendidikan tinggi. Kesepakatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas akademik serta meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di kedua negara.
Selain itu, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Pakistan juga menandatangani perjanjian kerja sama dalam Program Hibah Indonesian Aid Scholarships. Program ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan dan memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa bagi mahasiswa dari Pakistan.
Di sektor ekonomi, kerja sama dilakukan melalui penandatanganan MoU antara SMESCO Indonesia dan Small and Medium Enterprises Development Authority (SMEDA) Pakistan mengenai kemitraan strategis dalam fasilitasi usaha kecil dan menengah. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha di kedua negara.
Kerja sama juga diperluas ke bidang kearsipan melalui penandatanganan MoU antara Arsip Nasional Republik Indonesia dan National Archives Pakistan. Kesepakatan ini mencakup pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelestarian arsip sebagai bagian dari sejarah nasional kedua negara.
Di bidang penegakan hukum, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan Ministry of Interior and Narcotics Control Pakistan menyepakati kerja sama dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika, psikotropika, zat adiktif baru, serta prekursor narkotika. Kerja sama ini dinilai penting dalam menghadapi tantangan kejahatan lintas negara.
Sementara itu, Indonesia dan Pakistan juga memperkuat kerja sama di sektor halal melalui penandatanganan MoU antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia dan Pakistan Halal Authority. Kesepakatan tersebut mencakup perdagangan serta sertifikasi halal, yang diharapkan dapat meningkatkan akses produk halal kedua negara di pasar internasional.
Selain enam dokumen tersebut, kedua negara juga menandatangani MoU kerja sama di bidang kesehatan. Kerja sama ini meliputi peningkatan layanan kesehatan, penguatan sistem kesehatan nasional, serta pertukaran pengetahuan dan tenaga ahli.
Keseluruhan MoU dan perjanjian kerja sama yang dipertukarkan tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan. Implementasi kerja sama di berbagai sektor tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.