News  

Pacu Hilirisasi Sagu: Kemenperin Kembangkan Sentra IKM di Perbatasan

Walai.id, Nasional – Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, dan untuk meningkatkan nilai dan daya jualnya, diperlukan pengolahan menjadi produk yang lebih bernilai, yang disebut hilirisasi, Minggu 20/08/2023.

“Hilirisasi memiliki dampak ekonomi besar, sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus mampu mengolah sumber daya sendiri, meningkatkan nilai, dan mensejahterakan rakyat,” kata Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (19/8).

Salah satu fokus hilirisasi adalah tanaman sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kemenperin dan pemerintah daerah berkolaborasi dalam pengembangan Sentra IKM Sagu dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Alokasi DAK telah digunakan empat kali untuk Sentra IKM Sagu Kepulauan Meranti sejak 2016 hingga 2021, dengan total dana Rp41,9 miliar,” kata Reni.

Baca Juga :  Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan Distribusi Perangkat Digital Sesuai Data Sekolah

DAK digunakan untuk pembangunan gedung promosi sentra, produksi tepung sagu, serta instalasi pengolahan air limbah dan gambut. Ini meningkatkan nilai tambah dalam ekosistem industri pangan seperti mie sagu, kerupuk, dan produk turunan lainnya.

Sebelum Sentra IKM Sagu, banyak sagu basah yang dijual ke luar negeri, karena harga rendah. Kini, upaya dilakukan untuk mengolahnya menjadi sagu kering yang bernilai lebih tinggi.

Kepulauan Meranti di Riau adalah penghasil sagu terbesar di Indonesia, dengan Kabupaten Kepulauan Meranti berkontribusi 90% dari total produksi di Provinsi Riau atau 70% nasional.

Baca Juga :  Prabowo Dukung GovTech dan Gen Bank untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

Sentra IKM Sagu di Sungai Tohor memiliki kapasitas produksi 400 ton tepung sagu kering per bulan, dengan kemitraan 18 IKM kilang sagu, menyerap 82 pekerja. Sentra ini memasok bahan baku IKM pangan di Provinsi Riau.

Sentra ini juga memiliki dapur produksi yang memberikan peluang bisnis, terutama bagi kaum ibu yang membuat olahan kue kering.

Tanaman sagu juga mencegah abrasi di Kepulauan Meranti dan memberikan manfaat lain. Pengembangan Sentra IKM Sagu Meranti memberikan dampak ganda pada ekonomi masyarakat.

Kemenperin mengimbau pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan Sentra IKM Sagu Kepulauan Meranti dan penerapan hilirisasi di daerah.

Tinggalkan Balasan