News  

Bawaslu Positif Terhadap Tawaran Google untuk Menangkal Disinformasi melalui Program Kreatif

Walai.id, Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dengan antusias menerima ajakan kerjasama dari Google Indonesia dalam upaya melawan disinformasi selama pemilihan umum, melalui program-program kreatif. Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, berharap program kreatif ini dapat memuat isu-isu kunci yang menjadi perhatian Bawaslu.

“Dilihat dari programnya, sepertinya pendekatan yang dilakukan oleh Google ini sangat sesuai dalam mengkampanyekan isu-isu terkait pemilihan umum,” ujar Lolly dalam sesi daring selama rapat kerja dengan Google Indonesia pada Jumat (11/7/2023).

Lolly menambahkan bahwa hampir semua konten informasi yang dikeluarkan oleh Bawaslu berfokus pada tiga isu utama, seperti penanggulangan politik uang, netralitas aparatur sipil negara (ASN), dan pencegahan politisasi SARA. Oleh karena itu, Lolly berharap bahwa Google Indonesia dapat mengemas isu-isu ini dengan kreatifitas yang mengundang perhatian.

Baca Juga :  Prabowo Marah Aparat Berlebihan

“Ini menjadi fokus utama Bawaslu karena tiga isu ini selalu menjadi perbincangan hangat dalam setiap pemilihan umum. Saya yakin tim dari Google mampu menyajikan materi ini dengan pendekatan kreatif,” tuturnya.

Ravina Gobindram, Product Marketing Manager Google Indonesia, menjelaskan tujuan di balik tawaran program ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu memilah informasi yang benar dalam konteks pemilihan umum. Google Indonesia telah meluncurkan beberapa kampanye untuk melawan disinformasi menjelang pemilu, termasuk kuis “Rechek Sebelum Kegocek”.

“Kami merancang sesuatu yang tidak terlalu serius, ada unsur humor, tetapi tujuannya adalah untuk membuat orang lebih waspada terhadap informasi yang tidak akurat,” jelas Ravina.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Melejit: 6.137 SPPG Berdiri Tanpa Dana APBN

Lolly menambahkan bahwa dalam memilih para talent untuk mengisi program seperti kuis “Rechek Sebelum Kegocek”, penting untuk memastikan bahwa mereka tidak memiliki afiliasi atau keberpihakan terhadap kandidat tertentu.

“Saya berharap bahwa para talent yang dipilih tidak memiliki afiliasi dengan calon peserta pemilu tertentu,” harapnya.

Arianne Santoso, Senior Government Relations Manager Google Indonesia, juga sependapat dengan pendekatan tersebut. Dia menjelaskan bahwa walaupun program tersebut mengandung elemen humor, namun tetap menjunjung tinggi netralitas dan didasarkan pada riset yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merespons positif terhadap konten berbau komedi.

Tinggalkan Balasan