News  

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Maros 2022

Walai.id, Maros – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Maros 2022 bertambah.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan ada kenaikan 0,07 persen, makanya ada beberapa program yang akan diakomodasi di APBD perubahan. Salah satunya pemindahan pelelangan ikan.

“Pelelangan ikan kita saat ini sedang crowded, pelelangan ikan ketika hari pasar itu sudah menutupi jalan poros,” katanya, usai rapat paripurna penandatanganan ranperda Perubahan  APBD tahun 2022 di ruang rapat utama DPRD Maros, Rabu, 24 Agustus 2022.

Namun ia mengatakan saat ini masih ada dua opsi yaitu memindahkan pelelangan ikan atau membuat pelelangan ikan yang baru.

Baca Juga :  Menjemput Harapan Baru di Musda Dekopinda Maros:

“Misalnya kita buat pelelangan ikan yang baru di Data, kelurahan Pallantikan, ada ruang yang cocok disana,” ujarnya.

Data dipilih sebagai lokasi pelelangan ikan yang baru karena lokasinya dianggap dekat dari pasar Maros Baru.

“Sebab pasar Maros baru akan kita fungsikan kembali menjadi pasar hobi,” ujarnya.

Selain itu, dana penggajian PPPK juga akan di masukkan di APBD perubahan.

“Dana PPPK yang kita terima 400 orang dimasukkan di APBD perubahan, mudah mudahan bulan depan sudah bisa menerima SK,” bebernya.

Baca Juga :  MD KAHMI Maros Gelar Rapat Harian, Herwan Pamalle Ditunjuk sebagai Koordinator Presidium

Chadir merinci dalam APBD Perubahan Kabupaten Maros 2022, pendapatan daerah diproyeksikan menjadi Rp1.490.771.742.614,-

“Meningkat sekitar 0,07 persen. Perkiraan peningkatan pendapatan ini didasarkan atas proyeksi peningkatan pendapatan transfer,” ujarnya.

Dari sisi anggaran belanja daerah, secara keseluruhan meningkat menjadi Rp1.531.404.452.286.

“Atau meningkat sekitar 1,84 persen. Perkiraan peningkatan belanja ini berasal dari peningkatan belanja operasi dan belanja modal, sehingga belanja defisit sebesar Rp26.580.399.174,” bebernya.

Penerimaan pembiayaan meningkat sebesar Rp24.580.399.174 atau sebesar 161 persen. Sedangkan di sisi pengeluaran pembiayaan menurun 100 persen.

“Jumlah pembiayaan netto bertambah sebesar RP. 26.580.399.174, atau bertambah sekitar 200 persen sehingga silpa nya nihil,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan