News  

BBM Akan Naik, Masyarakat Tuai Pro-Kontra

Walai.id, Maros – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi khususnya jenis Pertalite dan solar tengah menjadi sorotan di masyarakat.

Sebelumnya,Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa harga keekonomian Pertalite ini sudah di atas Rp 10.000 per liter.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyampaikan dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (26/8/2022), harga keekonomian Pertalite memang sudah seharusnya berada di kisaran Rp 14.450 per liter jika mengacu dari harga minyak dunia.

Salah satu tokoh Pemuda Kabupaten Maros, Maulana Azis mendukung langkah Pemerintah terkait rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Maulana mengatakan, pemerintah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) tentu sangat kami harapkan juga selaras dalam memberantas mafia migas.

“Saya menilai langkah pemerintah sudah tepat dengan berbagai pertimbangannya,Jadi tidak ada lagi peluang untuk mafia menjual BBM kenegara tetangga dengan harga yang lebih tinggi,” katanya, pada Sabtu 27 Agustus 2022.

lebih lanjut,maulana mengatakan jika harga tidak dinaikkan ada peluang bagi mafia migas untuk menjual ke negara tetangga dan itu akan merugikan kita apalagi ada subsidi.

“Jika tidak dinaikkan maka ada peluang bagi mafia untuk menjual kenegara tetangga dengan harga yang lebih mahal,” bebernya.

Namun Maulana juga berharap kenaikan harga BBM benar-benar dihitung besarannya sehingga tidak memberatkan rakyat kecil.

“Seperti berapa besar naiknya harga BBM harus dihitung terlebih dahulu, jangan sampai memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Penyesuaian harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar kata dia akan berdampak melambungnya harga-harga barang atau inflasi.

“Kasihan juga masyarakat, apabila terjadi inflasi yang tinggi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan