Walai.id, Maros – Peringatan hari kemerdekaan Indonesia merupakan momentum dimana bangsa Indonesia lepas hari segala belenggu dan keterbelakangan sosial.
Kemerdekaan Indonesia merupakan tanda bahwa bangsa dan seluruh rakyatnya keluar dari hegemoni penjajah dan beralih pada perwujudan masyarakat yang adil dan makmur.
Pemaknaan kemerdekaan itulah yang menjadi landasan mengapa kemerdekaan wajib dirasakan oleh seluruh rakyat yang bermukim di bangsa ini.
Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat fakultas ekonomi dan bisnis universitas Muslim Maros juga turut andil dalam perayaan kemerdekaan tersebut.
Perayaan tersebut dilaksanakan di salah satu desa pelosok yang ada di kecamatan Tompobulu kabupaten Maros pada tanggal 24-26 Agustus 2022.
Dalam kegiatan tersebut HMI FEB UMMA melaksanakan beberapa item lomba untuk bisa berkumpul dan berbahagia bersama walaupun untuk sampai pada lokasi tersebut kader HMI FEB UMMA harus berjalan dengan waktu kurang lebih 3 jam untuk mencapai tujuan.
Kegiatan tersebut sengaja dilakukan di dusun Bara yang merupakan salah satu dusun pelosok di kabupaten Maros.
Dusun Bara yang menjadi titik berkegiatan HMI FEB UMMA sengaja di gelar lokasi tersebut untuk melihat situasi dan kondisi yang ada di dusun tersebut.
Dusun bara desa bontosomba kecamatan tompobulu yang terletak di kabupaten Maros merupakan contoh salah satu wilayah yang tidak terlihat peran pemerintah di dalamnya.
Terbukti dengan akses jalan untuk mencapai lokasi tersebut masih terkesan sulit, jalur yang lewati masih terbilang ekstrem dikarenakan harus melewati pegunungan terjal dan bebatuan yang sewaktu-waktu bisa membahayakan orang-orang yang melintas dan akibat dari kondisi tersebut Ada beberapa anak-anak yang menetap di Dusun Bara tidak mampu melanjutkan jenjang pendidikan dan merasakan manisnya menikmati bangku pendidikan.
Disisi lain akses jaringan dan listrik pun masih belum mampu dinikmati oleh masyarakat Dusun Bara.
Dengan melihat kondisi tersebut seharusnya pemerintah kabupaten Maros harus melihat dan menjadikan dusun tersebut pandangan prioritas untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan pemberian fasilitas untuk menunjang kualitas masyarakat yang ada di dusun tersebut.
“Pemda Maros sudah seharusnya mampu melihat kondisi tersebut, dan memulai untuk membangun dusun yang tidak tersentuh tangan pemerintah. Bukan lagi melakukan kegiatan-kegiatan yang hanya sekedar kegiatan ceremonial dan terkesan pencitraan saja namun tidak memiliki pengaruh dan dampak yang besar terhadap pembangunan masyarakat di kabupaten Maros” Tutup Taufik Hidayat.