News  

Program Gotong Royong Pengasuhan di Ledokombo, Jember: Solusi bagi Anak-anak PMI

Walai.id, Jember – Menurut data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Jember menjadi salah satu daerah dengan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Jawa Timur.

Diperkirakan ada sekitar 7.925 PMI laki-laki dan 9.529 PMI perempuan yang berasal dari Jember. Salah satu permasalahan yang signifikan yang dihadapi adalah potensi gangguan pada fungsi keluarga karena kepergian salah satu anggota keluarga untuk menjadi PMI, yang dapat memengaruhi pengasuhan dan perkembangan anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, mengungkapkan bahwa Ledokombo memiliki Program Pengasuhan Gotong Royong yang memiliki potensi sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

Program ini diinisiasi oleh Komunitas Tanoker di Kecamatan Ledokombo, Jember, sebagai contoh nyata pengasuhan berbasis komunitas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk ibu, bapak, dan orang tua pengganti, sebagian besar di antaranya sudah lanjut usia, serta berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Makassar Government Center (MGC) Siap Beroperasi pada Juli

“Saya berharap program ini dapat direplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga,” kata Menteri PPPA, Jember, Jawa Timur, pada Rabu 21/2/2024.

Menteri PPPA juga mengajak semua pihak untuk mendukung pengasuhan anak berbasis masyarakat dengan prinsip gotong royong, karena semua anak adalah anak kita.

Beliau menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun kesejahteraan, pengasuhan, dan pendidikan dasar bagi anak-anak.

Selain itu, Menteri PPPA juga mendorong desa-desa di Jember untuk menjadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), sebuah model desa yang bertujuan untuk menciptakan kesetaraan gender dan perlindungan anak.

Baca Juga :  Pidato Menparekraf di Forum PBB

“DRPPA memiliki peran penting dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan, memperkuat peran ibu dalam pengasuhan anak, serta mengurangi kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, pekerja anak, dan mencegah perkawinan anak,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, Menteri PPPA juga berjanji untuk terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan hak-hak para penyandang disabilitas dan lansia terpenuhi dengan baik.

Acara dialog ini diawali dengan prosesi Pengukuhan Bunda PAUD se-Kecamatan Ledokombo oleh Bunda PAUD Kabupaten Jember, dan diakhiri dengan kunjungan ke tenant UMKM Perempuan di Ledokombo yang menjual beragam produk sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *