News  

Dampak Kebijakan Hilirisasi: Kinerja Ekspor Indonesia Cetak Hasil Positif

Walai.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kebijakan hilirisasi yang diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia telah memberikan dampak positif terhadap kinerja ekspor negara tersebut.

Pada pertemuan Musyawarah Nasional Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), pada Selasa (16/012024). Menko Airlangga mengungkapkan bahwa kinerja ekspor Indonesia mampu mencetak hasil positif terutama dalam perdagangan dengan China dan hampir seluruh mitra dagang lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2023 mencapai 4,94% (year-on-year), dengan sektor Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh sebesar 5,08% dan kontribusi sekitar 12,96% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sektor Konsumsi Rumah Tangga juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 52,62% dengan pertumbuhan sebesar 5,06%.

Baca Juga :  Topang Kemajuan Industri Otomotif, Kemenperin Mencetak Tenaga Las yang Kompeten

Menko Airlangga menyoroti bahwa keberhasilan ekspor positif dengan China merupakan hasil dari kebijakan hilirisasi yang diterapkan pemerintah. Bahkan, Indonesia mencatat hasil ekspor positif dengan hampir seluruh mitra dagang utama, termasuk Eropa, India, dan Amerika.

Selain itu, Menko Airlangga menekankan peran sektor ritel sebagai indikator penting dalam melihat perkembangan ekonomi makro. Indeks Penjualan Riil bulan Desember 2023 tetap kuat, mencapai 217,9 atau tumbuh sebanyak 0,1% (year-on-year).

Data Euromonitor juga mencatat bahwa jumlah unit ritel di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 3,98 juta unit, dengan penjualan mencapai USD100,4 miliar atau sekitar Rp1.526,2 triliun.

Baca Juga :  Uji Publik Permendikbudristek Kurikulum Merdeka: Membangun Pendidikan Bersama Pemangku Kepentingan

Menko Airlangga menyatakan bahwa kebijakan pemerintah dalam menyempurnakan regulasi terkait kemudahan impor dan berusaha, seperti Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2021, merupakan langkah untuk mendukung pertumbuhan sektor ritel.

Pemerintah juga mendorong sektor swasta untuk berinvestasi dan berinovasi guna menciptakan konsep baru yang memenuhi kebutuhan dan gaya hidup konsumen.

Dalam konteks pengembangan sektor ritel, Menko Airlangga menganjurkan agar Indonesia mempelajari kebijakan negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Thailand, sebagai benchmark untuk memanfaatkan wisata belanja sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

Menutup sambutannya, Menko Airlangga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musyawarah Nasional Hippindo, berharap bahwa langkah-langkah strategis yang dihasilkan oleh organisasi tersebut dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *