News  

Transisi Energi Untuk Menjaga Daya Saing Global dan Lingkungan

Walai.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, menyoroti pentingnya transisi energi sebagai respons Indonesia terhadap tuntutan global.

Dalam acara Penganugerahan Energy and Mining Editor Society (E2S) Award 2023 di Jakarta pada Jumat (12/1/2024).

Dadan menyampaikan bahwa transisi energi bukan hanya sebatas isu lingkungan, melainkan juga kunci untuk menjaga daya saing produk dalam negeri ditingkat internasional.

Menurut Dadan, transisi energi merupakan kebijakan pemerintah yang merespons perkembangan global. Tujuannya bukan hanya untuk memenuhi harapan dunia terkait isu lingkungan, melainkan juga untuk menjaga daya saing Indonesia di pasar internasional.

Baca Juga :  Pemerintah Sosialisasikan Perpres Rencana Induk Pengembangan Kawasan Pelabuhan Besar dan Perdagangan Bebas

Dalam konteks ini, Dadan menyebut bahwa pemanfaatan produk energi bersih menjadi persyaratan global, dengan konsekuensi pajak lebih tinggi bagi produk yang menggunakan bahan bakar beremisi tinggi.

“Pemanfaatan produk energi bersih dalam proses produksinya akan menjadi persyaratan masyarakat dunia dengan konsekuensi pajak lebih tinggi jika dalam proses produksinya menggunakan bahan bakar yang menghasilkan emisi tinggi,” ujarnya.

Dadan menekankan perlunya bersaing dengan negara-negara lain yang juga menerapkan prinsip energi bersih, seperti di Eropa dan Asia.

Negara-negara tersebut mulai memberlakukan pajak tinggi untuk produk yang menggunakan bahan bakar tidak ramah lingkungan.

Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan meningkatkan daya saingnya di pasar dunia.

Baca Juga :  Restrukturisasi Mesin Meningkatkan Produktivitas Industri Furnitur

“Saya dengar, Eropa itu akan mulai menerapkan carbon border tax-nya dua tahun lagi. Nanti, jika ada produk dari Indonesia diekspor ke sana, pasti akan ditanya tentang sertifikasi dan proses penggunaan energinya. Hal ini dapat berdampak pada harga produk, di mana produk dengan emisi tinggi akan dikenai pajak tambahan, sehingga harganya lebih tinggi,” jelas Dadan.

Dengan adanya kebijakan seperti carbon border tax, Dadan mengilustrasikan bahwa produk dengan emisi tinggi akan memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan produk yang menggunakan energi ramah lingkungan.

Hal ini mendorong Indonesia untuk terus mendorong penggunaan energi terbarukan guna menjaga daya saingnya dan meminimalkan dampak lingkungan negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *