Walai.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan penyelenggara layanan telekomunikasi seluler bekerja sama untuk mempercepat implementasi teknologi telekomunikasi generasi kelima atau 5G dengan tujuan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, Rabu 05/07/2023.
Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Wayan Toni Supriyanto, penggunaan teknologi 5G akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan industri di Indonesia.
Hasil riset dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa pengembangan layanan 5G berpotensi memberikan kontribusi lebih dari Rp2.800 Triliun atau sekitar 9,5% dari total PDB pada tahun 2030. Bahkan, angka tersebut diperkirakan dapat meningkat menjadi Rp3.500 Triliun atau sekitar 9,8% dari total PDB Indonesia pada tahun 2035.
Direktur Jenderal PPI Kementerian Kominfo menjelaskan bahwa teknologi 5G membawa inovasi dan kemajuan dalam layanan komunikasi. Dengan konektivitas yang lebih cepat, latensi yang lebih rendah, dan kemampuan untuk menghubungkan jutaan perangkat, terutama dalam hal internet of things, virtual reality, dan artificial intelligence, teknologi 5G memiliki potensi besar untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia dalam era 4.0 saat ini, terutama dalam sektor industri, kesehatan, transportasi, pariwisata, dan kota cerdas.
Di Indonesia, jaringan 5G telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2021. Saat ini, layanan 5G sudah tersedia di beberapa wilayah seperti Jabodetabek, Medan, Solo, Bandung, Surabaya, Makassar, Batam, Denpasar, dan Balikpapan.
Implementasi teknologi 5G ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor vertikal, seperti industri manufaktur, kawasan industri, pertambangan, minyak dan gas bumi, pariwisata, ekonomi kreatif, dan implementasi konsep smart city.
Sebagai langkah menuju kota cerdas, Kementerian Kominfo berupaya untuk mendorong lebih banyak kota cerdas di Indonesia pada tahun 2024 melalui Gerakan Menuju Smart City dengan target 150 kabupaten dan kota.
Teknologi 5G diharapkan dapat mendukung percepatan program smart city di Indonesia. Sejauh ini, implementasi 5G smart city baru dilakukan di Kota Surakarta untuk keperluan Smart Kampung dan layanan pengaduan masyarakat.
Seminar Journey to 5G Smart City yang berlangsung selama dua hari, dari tanggal 4 hingga 5 Juli 2023, dihadiri oleh perwakilan dari 28 satuan kerja perangkat daerah dari 23 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia. Dalam acara pembukaan seminar, hadir Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kementerian
Kominfo, Aju Widya Sari, Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Kota Surakarta, Heny Ermawati, serta perwakilan narasumber, asosiasi, dan penyelenggara layanan telekomunikasi seluler.