News  

Temuan Poltracking: Prabowo – Erick Pasangan Terkuat Pilpres 2024

Walai.id, Nasional – Lembaga Survei Poltracking Indonesia merilis temuan soal elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres 2024.

Dalam survei tersebut dilakukan beberapa kali simulasi 3 pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden.

Dalam simulasi 3 pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden, Prabowo Subianto – Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas (30.3%), diikuti Ganjar Pranowo – Sandiaga Salahuddin Uno (28.4%) dan Anies Baswedan – Agus Harimurti Yudhoyono (21.9%).

Untuk simulasi 3 pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden, Prabowo Subianto – Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas (32.7%), diikuti Ganjar Pranowo – Ridwan Kamil (30.2%) dan Anies Baswedan – Khofifah Indar Parawansa (20.2%).

Baca Juga :  Benny Simangunson Dukung Nurdin Halid Jadi Ketua Umum PELTI

Sedangankan Dalam simulasi 3 pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden, Ganjar Pranowo – Erick Thohir memperoleh angka elektabilitas (30.4%), diikuti Prabowo Subianto – Muhaimin Iskandar (30.2%) dan Anies Baswedan – Agus Harimurti Yudhoyono (20.3%).

Terlihat dalam beberapa simulasi pasangan Capres – Cawapres tersebut variabel siapa Cawapres menjadi penentu kemenangan.

“Dalam beberapa simulai terpotret Variabel Cawapres dan komposisi koalisi, sangat menentukan perolehan suara pasangan capres-cawapres dan partai politik pendukungnya” papar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha dalam rilis surveinya, Jumat(28/4/2023).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tinjau Proyek Pengendalian Banjir Rob di Semarang

Mengenai potensi partisipasi pemilih dan kemantapan pilihan. Sebanyak (72.2%) publik mengatakan akan pasti mencoblos pada Pemilu Serentak 2024, sementara masih ada yang belum pasti mencoblos (16.8%) dan tidak akan mencoblos (2.4%).

Sedangkan publik yang ingin mengubah pilihan masih dominan, sebanyak (66.7%) publik mengatakan masih mungkin mengubah pilihan, sedangkan (17.0%) mengatakan tidak akan mengubah pilihan.

Sehingga posisi politik masih akan sangat dinamis ke depannya, baik itu elektabilitas capres – cawapres maupun partai politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *