News  

Mendag Zulkifli Hasan: Jelang Lebaran, Harga Bapok Terkendali

Walai.id, Nasional – Menjelang Lebaran, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan terus menggencarkan pemantauan harga barang kebutuhan pokok (Bapok). 

Di Pasar Wonokromo Surabaya, Jawa Timur, harga bapok terkendali. Secara nasional, harga bapok bahkan terpantau cenderung turun dan pasokan terjaga.

Demikian disampaikan Mendag Zulkifli Hasan usai meninjau harga dan pasokan bapok di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (7/4). 

Hadir pada kegiatan ini, Walikota Surabaya Eri Cahyadi. Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim.

Baca Juga :  Topang Kemajuan Industri Otomotif, Kemenperin Mencetak Tenaga Las yang Kompeten

“Di Surabaya, harga bapok menjelang Lebaran terjaga dan terkendali. Bahkan, beberapa komoditas harganya lebih murah dari kota lainnya. Secara nasional harga bapok cenderung turun,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Tinjau Pasar Murah Ramadan

Pada hari yang sama, Mendag Zulkifli Hasan juga melakukan peninjauan pelaksanaan pasar murah/bazar Ramadan yang digelar di Kecamatan Wonokromo dan Wonocolo Surabaya. 

Pada kegiatan ini, Mendag Zulkifli Hasan kembali menegaskan pasar murah bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bapok dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  Menteri Budi Arie: Pengaturan Publisher Rights Wujud Keberpihakan Pemerintah

“Bazar bersama Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bapok dengan harga yang ditentukan pemerintah dalam menghadapi Lebaran. Kegiatan bazar Ramadan dilaksanakan di 240 kota/kabupaten seluruh provinsi di Indonesia dan dilaksanakan hingga sebelum Lebaran,” terang Mendag Zulkifli Hasan.

Pada pasar murah tersebut dijual berbagai komoditas bapok diantaranya minyak goreng Minyakita dijual dengan harga Rp14.000/liter, gula pasir (Rp12.500/kg), minyak goreng kemasan premium ukuran 1 liter (Rp16.500), minyak goreng kemasan 2 liter (Rp32.800), tepung terigu (Rp11.000/kg), telur ayam (Rp25.500/kg), beras kemasan 5kg (Rp45.000). 

Selain, itu dijual juga produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *