News  

Bencana Tanah Longsor Menimpa Kabupaten Maros

Walai.id, Maros – Tanah longsor yang terjadi di jalan poros Maros- Bone, tepatnya di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kab. Maros mengakibatkan rumah pemukiman warga tertimbun oleh tanah dan kemungkinan ada korban jiwa yang ikut tertimbun, Selasa ( 27/12/2022).

Menurut Andi Kadaruddin yang diwawancarai awak media melalui pesan Whatsapp mengatakan telah terjadi tanah longsor di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana pada hari Selasa tgl 27 pada Desember 2022 pada sekitar pukul 17:45 WIT. 

Akibat bencana tanah longsor ini menyebabkan akses lalu lintas yang menghubungkan kabupaten Maros dengan Kabupaten Bone terputus sehingga jalanan tidak bisa dilewati kendaraan untuk sementara disebabkan tumpukan material tanah yang menutupi jalan poros, lanjut Andi Kada’. 

Selain jalur transportasi yang terhenti ada 3 rumah penduduk yang ikut tertimbun, 2 unit mobil hanyut ke sungai, 3 orang dewasa dan 2 anak-anak diduga ikut tertimbung material tanah longsor, katanya. 

Baca Juga :  Target Kursi Pileg Terpenuhi, PAN Maros Otw Ketua DPRD

Saat ini sementara dilakukan upaya pembersihan material longsor oleh instansi terkait, lanjutnya. 

Sementara itu, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Maros Ipda Wahidin menghimbau kepada para pengguna jalan Poros Maros-Bone khususnya yang akan melintasi Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros untuk sementara menunda perjalanannya atau beristirahat ditempat yang aman, sambil menunggu proses pembersihan material longsor selesai, agar pengguna tetap bersabar. 

Lebih lanjut Ipda Wahidin menjelaskan “bilamana proses pembersihan material longsor sudah rampung dan akses jalan Poros Maros – Bone kembali dapat dilalui oleh kendaraan akan kami informasikan melalui media” jelas Ipda Wahidin.

Berdasarkan informasi lapanagan berikut laporan korban longsor di Desa Rompegading yang ditangani di Puskesmas Cenrana:

1. Andikar (16 thn)  luka terbuka pada tumit
2. Nn.Halma (19 thn) luka lecet pd kaki dan lutut
3. Ali (5 thn) luka lecet pada dagu
4. Ny.Hasma (45 thn) luka lecet pada kaki dan tangan
5. Aliyah (8 thn) luka lecet pada tangan dan lutut
6. Ny. Mimang ( 70 thn) Luka lecet oada betis dan lutut
7. Ny. Hadija (27 thn) (bumil) sakit pada kaki kanan
8. Nn. Ayu fika (14 thn) luka lecet pada dagi.kepala sebelah kiri dagu dan siku
9. Tn. Ridwan (37 thn) luka robek pada pergelangan tangan kiri dan tertusuk paku pada kaki kanan tembus ke punggung kaki
10. Ainun (2 thn 8 bln) tidak ada keluhan.

Baca Juga :  Irfan AB Dorong Modernisasi Pengelolaan Pondok Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *