Walai.id, Jakarta – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menginisiasi pembentukan Forum Kerja Sama Arsip Nasional bagi negara-negara mayoritas Muslim, Rabu 12/07/2023.
Pertemuan pendahuluan untuk forum ini akan dilaksanakan dari 12 hingga 14 Juli 2023 di Jakarta.
Acara ini akan dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, di Gedung C lantai 2 ANRI. Rieke Dyah Pitaloka, Duta Arsip, juga akan memberikan sambutan pada acara ini.
Indonesia bersama dengan perwakilan dari 9 negara, yaitu Indonesia, Saudi Arabia, Malaysia, Qatar, Irak, Maroko, Kuwait, Yordania, dan Palestina, akan menjajaki pembentukan Forum Kerja Sama Arsip Nasional.
Forum ini bertujuan meningkatkan kinerja lembaga kearsipan nasional dan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang kearsipan antar negara mayoritas Muslim.
Forum tersebut juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antar negara serta meningkatkan kapasitas manusia dan lembaga kearsipan melalui kegiatan seperti lokakarya, seminar, dan pelatihan.
Pembentukan Forum Kerja Sama Arsip Nasional Negara-Negara Mayoritas Muslim penting untuk menjaga dan melestarikan dokumen sejarah peradaban negara-negara mayoritas Muslim guna kepentingan masa depan, penelitian, pendidikan, dan sebagai sumber informasi.
Arsip Nasional di masing-masing negara bertanggung jawab atas tugas ini. Oleh karena itu, Arsip Nasional Negara-Negara Mayoritas Muslim memiliki peran penting dalam pelestarian dan akses ke arsip sejarah peradaban Islam.
Selain pertemuan pembentukan forum, juga akan diadakan talkshow kearsipan dengan topik “Arsip Sejarah Peradaban Islam dan Diplomasi Internasional” yang dapat diikuti secara online maupun offline.
Tujuan talkshow ini adalah memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai fungsi arsip sebagai memori kolektif peradaban Islam.
Diskusi dalam talkshow diharapkan dapat memunculkan ide-ide baru dalam pengembangan kearsipan bagi negara-negara mayoritas Muslim.
Pembicara dalam talkshow ini antara lain Profesor Oman Fathurrahman dari Indonesia, Kepala Arsip Nasional Saudi Arabia, H.E. Faizal Abdulaziz Altamimi, dan Kepala Arsip Nasional Malaysia, YBhg. Dato’ Jaafar Sidiek.