News  

Dirjen PDM Ajak Seluruh Ekosistem Pendidikan Gotong Royong Tingkatkan Literasi dan Numerasi

Walai.id, Surabaya – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PDM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril, mengajak seluruh ekosistem pendidikan untuk bergotong royong dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik.

Iwan menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam Program Pemulihan Pembelajaran melalui Penguatan Literasi dan Numerasi.

“Dengan berbagai keahlian, sumber daya, dan jejaring kerja yang dimiliki para mitra, kita dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Iwan dalam sambutannya pada kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Dukungan Mitra Pembangunan untuk Pemulihan Pembelajaran di Surabaya, Selasa 2/7/2024.

Perjanjian kerja sama ini menjadi panduan dalam upaya pemulihan pembelajaran melalui penguatan literasi dan numerasi di satuan pendidikan sasaran intervensi. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Dirjen PDM serta pimpinan mitra pembangunan, antara lain, Mutiara Rindang, Yayasan Litara, Yayasan Kinesiologi Indonesia, Ruang Belajar Aqil, dan Provisi Mandiri Pratama.

Baca Juga :  Judi Online Tak Bisa Ditolerir, Menteri Budi Arie: Saatnya Hentikan!

Dalam acara tersebut, Iwan juga menerima Surat Komitmen Dukungan dalam Program Pemulihan Pembelajaran dari perwakilan delapan perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sriwijaya.

Program Pemulihan Pembelajaran melalui Penguatan Literasi dan Numerasi yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada kompetensi dasar literasi dan numerasi peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Iwan menegaskan bahwa program ini bukanlah program instan, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan menyeluruh pada ekosistem pendidikan.

Baca Juga :  Donald Trump Selamat dari Upaya Pembunuhan di Pennsylvania

Kemendikbudristek melalui program Merdeka Belajar telah menginisiasi berbagai kebijakan dan langkah strategis untuk mengatasi learning loss dan memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Kemendikbudristek mengucapkan terima kasih kepada para mitra pembangunan yang telah mendukung Program Pemulihan Pembelajaran sejak awal peluncurannya hingga saat ini.

Iwan mendorong agar para mitra pembangunan dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, organisasi, komunitas pendidikan, dan UPT Kemendikbudristek, sehingga manfaat kemitraan ini dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.

“Kami berharap kemitraan ini dapat berlangsung secara berkesinambungan sehingga dapat mengakselerasi peningkatan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik. Mari kita bergotong royong dengan menjalankan peran kita masing-masing dalam dunia pendidikan demi peningkatan kualitas pembelajaran bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Iwan.

Tinggalkan Balasan