News  

Pelajar Era Baru

“Pelajar Era Baru”
Muhammad Hamdika Hatta

Kehidupan yang awalnya nyata kini akan berubah drastis menjadi seolah-olah tidak menjadi nyata shingga kehidupan akan berubah. Bahkan pelajar pun harus mengubah pola belajanya, pola kehidupannya sendiri dan kebiasaan bermainpun itu harus di ubah.

Karena kita di paksakan dengan keadaan yang cukup menekan sikologis pelajar (Covid-19) di Indonesia bahkan duniapun merasakan hal yang sama. Memaksa untuk bertatap muka menggunakan smartphone, bersalaman menggunakan smartphone hingga bersalaman lewat smartphone.

Tentunya ini menjadi tantangan pelajar saat ini yang harus mampu beradaptasi dengan keadaan yang baru, keadaan yang belum pernah terjadi era-era sebelumnya. Bahkan mulai dari cara belajar, cara membaca, cara silaturrahmi dan lain lain itu membuat pelajar saat ini harus mampu mengorbit diri secara massif.

Seperti kita ketahui bahwa hari senin, 20 Maret 2020 terjadi tragedi yang baru terjadi di dunia yaitu Covid -19 dan ini menjadi masalah dunia yang terdampak bagi dunia.

Sehingga dampak yang kita rasakan bersama, pelajar menjadi salah satu korban yang harusnya pelajar tidak rasakan karena mungkin usianya masih dini. Akan tetapi inilah yang terjadi, pelajar harus mengorbit diri dan mengembangkan potensi diri.

Dengan adanya narasi Pelajar Era Baru ini menjadi solusi yang kongkrit menurut saya karena “Pelajar Era Baru” mencerminkan konsep pendidikan yang responsif terhadap tuntutan dan perubahan dalam masyarakat dan teknologi modern. Di era baru ini, pendidikan ditujukan untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Pelajar harus mengasah :

  1. Keterampilan Digital
    Pelajar Era Baru memiliki keterampilan digital yang kuat. Mereka mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif untuk mengakses, menganalisis, dan menyajikan informasi.
  2. Keterampilan Kritis
    Mereka dilatih untuk berpikir kritis dan menganalisis informasi secara mendalam. Pelajar ini mampu mengambil keputusan yang terinformasi dan kritis terhadap berbagai isu.
  3. Kreativitas dan Inovasi Baru
    Pelajar Era Baru didorong untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan inovasi. Mereka diajarkan untuk berpikir di luar kotak, menyelesaikan masalah, dan menciptakan solusi baru.
  4. Kolaborasi dan Komunikasi yang Efektif
    Pelajar Era Baru dapat bekerja secara kolaboratif dalam tim dan memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Mereka menghargai kerjasama dan dapat berkomunikasi dengan efektif baik secara lisan maupun tulisan.
  5. Literasi Media dan Informasi
    Pelajar ini memiliki tingkat literasi media dan informasi yang tinggi. Mereka tahu cara mengevaluasi, memahami, dan menggunakan informasi dengan bijaksana, terutama dalam konteks media digital.
  6. Pemahaman Multikultural
    Mereka diberi kesadaran dan pemahaman tentang keberagaman budaya dan nilai-nilai yang berbeda. Pelajar Era Baru diharapkan dapat berinteraksi dan bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang.
  7. Kemandirian Belajar
    Pelajar ini mampu belajar secara mandiri dan memiliki motivasi intrinsik untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Mereka tahu cara mengelola waktu dan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  8. Kesiapan Perubahan
    Pelajar Era Baru dilatih untuk menjadi responsif terhadap perubahan. Mereka mengembangkan ketahanan dan fleksibilitas untuk menghadapi tantangan yang tidak terduga.
  9. Keberlanjutan dan Kesadaran Lingkungan
    Mereka memiliki pemahaman tentang isu-isu lingkungan dan berkomitmen pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Mereka diajarkan untuk bertindak dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
  10. Keterlibatan Sosial
    Pelajar Era Baru aktif dalam kegiatan sosial dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Mereka memahami arti kewarganegaraan global dan tanggung jawab sosial.

Konsep “Pelajar Era Baru” mencerminkan kebutuhan untuk menyelaraskan pendidikan dengan dinamika dan tuntutan dunia modern. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga siap menghadapi perubahan dan kontributif dalam masyarakat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *