News  

Kemenperin Akselerasi Penguatan Standardisasi dan Daya Saing Industri Agro

Walai.id, Bogor – Kementerian Perindustrian terus mempercepat penguatan standardisasi melalui layanan teknis yang berkualitas, terutama untuk pelaku industri, termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Salah satu langkahnya adalah meluncurkan layanan baru di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) Bogor, yang akan berperan sebagai Penyedia Bahan Acuan (PBA), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Lembaga Verifikasi Independen (LVI). Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing industri dan IKM agro di Indonesia.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, menjelaskan bahwa industri agro memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, khususnya pada triwulan II tahun 2023, dalam sambutannya pada acara Business Gathering yang dilaksanakan oleh BBSPJIA di Bogor, Jawa Barat, Kamis 2/11/2023.

Industri agro juga menjadi kontributor terbesar terhadap ekspor industri pengolahan nonmigas. Oleh karena itu, penguatan industri agro adalah hal yang sangat penting.

Baca Juga :  Mendag Zulkifli Hasan: Dukung Inklusivitas Perdagangan Asia Pasifik

Andi Rizaldi menyatakan bahwa industri agro, sebagai salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, memerlukan strategi dan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambahnya. Salah satu langkah penting adalah melalui penerapan teknologi dan standardisasi industri.

BBSPJIA Bogor berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas layanannya. Mereka juga meluncurkan berbagai layanan baru, termasuk aplikasi Sistem Informasi Kalibrasi (SIKAL) sebagai pendukung layanan kalibrasi dan e-Sertifikasi untuk mendukung sertifikasi produk dan sistem.

Dengan digitalisasi layanan ini, diharapkan layanan kepada mitra pelanggan BBSPJIA akan lebih cepat, akurat, transparan, mudah diakses, dan terpercaya.

Pada acara Business Gathering yang diadakan oleh BBSPJIA, berbagai industri dan instansi pemerintah mitra BBSPJIA turut berpartisipasi baik secara offline maupun online.

MoU juga ditandatangani dengan beberapa mitra pelanggan, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kerinci, Perumda Tirta Giri Nata Cirebon, dan PT Sinergi Gula Nusantara.

Baca Juga :  Berawal Dari Film, Penyidik Akan Periksa Ulang 8 Terpidana Pembunuhan Vina dan Eki

Selain itu, BBSPJIA memberikan BBSPJIA Customer Award 2023 kepada PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Divisi Bogasari Flour Mills), PT Mayora Indah Tbk, Pusat Instrumentasi, Kalibrasi, dan Rekayasa – BMKG, dan PT American Standard Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang baik.

Sertifikat juga diberikan kepada beberapa pelanggan Lembaga Sertifikasi BBSPJIA sebagai pengakuan atas prestasi mereka dalam mengikuti standar industri.

Siti Rohmah Siregar, Kepala BBSPJIA, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan sinergi antara berbagai stakeholder dalam meningkatkan daya saing industri agro.

BBSPJIA siap berkerjasama dengan pihak pemerintah daerah, akademisi, dan industri untuk mencapai tujuan bersama dalam mendukung industri agro.

Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, BBSPJIA berkomitmen untuk memberikan layanan yang profesional, berintegritas, dan berfokus pada digitalisasi, dengan harapan bisa beradaptasi dan berinovasi sesuai kebutuhan pelanggan yang dinamis.

Respon (1)

  1. Wow, superb blog structure! How lengthy have you
    ever been running a blog for? you made running a
    blog look easy. The total glance of your site is fantastic, let alone the content material!
    You can see similar here dobry sklep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *