News  

Kebijakan Perdagangan yang Mudah bagi UMKM

Walai.id, Nasional – Kementerian Perdagangan sedang melakukan perubahan dalam aturan perdagangan yang akan membantu usaha kecil dan menengah (UMKM).

Mereka fokus untuk membuat aturan yang lebih sederhana, menggunakan teknologi digital untuk izin, dan menyatukan sistem izin.

Perubahan ini diharapkan akan mempermudah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan, mengatakan hal ini saat menghadiri acara North Sulawesi Investment Forum 2023 di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada hari Selasa (8/8/2023).

“Kebijakan perdagangan yang kita buat selalu untuk kepentingan nasional dan memberikan manfaat, terutama kepada usaha kecil dan menengah,” kata Wamendag.

Wamendag juga menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan sudah menyiapkan dukungan untuk meningkatkan ekspor, terutama bagi UMKM di Provinsi Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tinjau Pelaksanaan Pompanisasi untuk Atasi Kekeringan di Jawa Tengah

Mereka memiliki tempat pelatihan dan bantuan untuk mengembangkan ekspor melalui Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan. UMKM yang ingin berfokus pada ekspor juga bisa berhubungan dengan perwakilan dagang Indonesia di berbagai negara.

“Kementerian Perdagangan punya 46 perwakilan dagang di seluruh dunia, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), yang siap membantu UMKM yang ingin memasarkan produk ke luar negeri,” jelas Wamendag.

Wamendag juga mengatakan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juni 2023, Indonesia memiliki lebih banyak ekspor daripada impor dengan nilai surplus sebesar USD 3,45 miliar. Ini membantu total surplus perdagangan di paruh pertama tahun 2023 (Januari-Juni) yang mencapai USD 19,93 miliar. Sebagian besar ekspor Indonesia berasal dari industri, yang menyumbang 74,01% dari total ekspor pada Juni 2023.

Baca Juga :  RUU PBJ Publik: Langkah Menuju Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengadaan Barang/Jasa

Lebih lanjut, Wamendag menjelaskan bahwa ekspor utama berasal dari sektor industri, menunjukkan bahwa barang yang diekspor telah diolah di Indonesia. Ini sesuai dengan instruksi Presiden agar Indonesia fokus pada ekspor barang jadi untuk menambah nilai.

“Kementerian Perdagangan siap bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan peran perdagangan Sulawesi Utara dalam skala nasional. Kami akan mendorong produk unggulan seperti ikan, barang hasil alam yang sudah diolah, kerajinan, dan makanan ringan yang berpotensi untuk diekspor,” kata Wamendag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *