News  

BRIN Kukuhkan Empat Profesor Riset yang Baru

Walai.id, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan empat orang putra putri terbaiknya menjadi Profesor Riset, di Kantor BRIN Kawasan Gatot Subroto, Pada Kamis (20/10). Keempat dari mereka yang dikukuhkan sebagai Profesor Riset telah tekun bekerja mengabdikan dirinya dalam dunia riset sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Berdasarkan nomor urut, para profesor riset yang dikukuhkan ini antara lain, Fariduzzaman (642) dari Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains, Anugerah Widiyanto (643) dari Direktorat Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan, dan Kebudayaan, Jarot Raharjo (644) dari Pusat Riset Material Maju, dan Rizal Alamsyah (645) Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi. Pengukuhan kali ini merupakan yang ketiga kalinya di 2022.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, bertepatan dengan Indonesia menjadi Presidensi G20, pengukuhan ini menjadi momentum penting sebagai wujud peran aktif BRIN di bidang riset dan inovasi.

“Sebagai satu-satunya lembaga riset di Indonesia, maka BRIN menjadi representasi untuk Indonesia di bidang riset dan inovasi. Karena itulah, perlu didorong untuk menjadikan indonesia sebagai hub kolaborasi,” ujar Handoko.

Menurut Handoko, gelar Profesor Riset merupakan gelar tertinggi yang dicapai oleh seseorang dalam karirnya sebagai periset. Kendati gelar ini bukan gelar secara kepegawaian sebagai ASN, namun gelar ini memberikan amanah tambahan yang tidak ringan kepada yang telah dikukuhkan.

Baca Juga :  DPP LIRA: Pers Harus Jadi Garda Penjaga Nurani Rakyat

“Profesor Riset juga memiliki tanggung jawab yang sangat besar, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun tanggung jawab sebagai Profesor Riset memberikan teladan bagi periset lainnya. Periset BRIN yang merupakan periset-periset unggul kebanggaan Indonesia perlu memiliki semangat berkolaborasi yang dapat meningkatkan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia,” tambahnya.

Handoko menegaskan, dengan dikukuhkannya empat Profesor Riset yang baru merupakan kebanggaan bagi kita semua, ini bukti bahwa Periset-periset Indonesia khususnya BRIN dapat menghasilkan karya-karya penelitian yang berkualitas Internasional.

Tentunya dapat menjadi teladan, inspirasi, dan motivasi bagi periset lainnya untuk dapat menghasilkan hasil penelitian yang berkualitas untuk terus dikembangkan guna mendukung sustainability pembangunan.

Dalam orasinya, Fariduzzaman pakar Aerodinamika menyampaikan pengalaman penelitian, pengkajian dan penerapan hasil inovasi dalam pengembangan teknologi pengujian aerodinamika dan aeroelastika untuk rancang bangun jembatan bentang panjang.

Kontribusi penting untuk inovasi ini adalah penerapan metoda Zimmerman untuk analysis flutter yang lebih cepat dan akurat serta penggunaan kurva 3 dimensi. Kegiatan dimulai intensif sejak Uji Model Jembatan Suramadu dan kini telah berhasil diterapkan untuk pengujian lebih dari 17 model jembatan bentang panjang yang dibangun di Indonesia.

Baca Juga :  HPN 2026: Pemerintah Apresiasi Insan Pers, Dr. Widya Rahajeng Ingatkan Peran Gatekeeper

Anugerah Widiyanto pakar bidang Manajemen Teknologi menyampaikan orasi terkait kontribusi metode LCA pada pemanfaatan biomassa untuk mendukung swasembada energi dan agroindustri berkelanjutan.

Inovasi metode LCA yang dikembangkan untuk sistem pemanfaatan biomassa sesuai dengan karakteristik area target, berkelanjutan dan tetap mempertahankan keunikannya. Tantangan kedepannya adalah masalah transparansi data, yang perlu mendapat perhatian untuk peningkatan kualitas penelitian LCA.

Jarot Raharjo pakar Bidang Teknik Material, menyampaikan tentang pengembangan keramik maju berbasis logam tanah jarang (LTJ) untuk fuel cell dan baterai sebagai energi yang ramah lingkungan.

Indonesia memiliki mineral LTJ yang belum dimanfaatkan optimal. LTJ digunakan sebagai bahan keramik maju untuk EBT dan teknologi energi bersih. Keramik maju adalah keramik berkinerja tinggi, yang mengkombinasikan pengendalian kimiawi dan sengaja dirancang mikrostrukturnya sehingga dihasilkan bahan yang memiliki sifat yang unik.

Sedangkan Rizal Alamsyah pakar bidang Konversi Biomassa Menyampaikan orasi tentang inovasi reaktor biodiesel static mixer, reaktor pencucian kering biodiesel, pengolahan pelet biomassa, gasifikasi pelet biomassa, dan Reaktor MCT.

Reaktor static mixer-proses pencucian kering biodiesel menghasilkan efisiensi energi, dan waktu proses. Pelet biomassa mudah dikemas dan bisa dikonversi menjadi syngas. Reaktor MCT menghasilkan asam lemak MCT untuk produk kesehatan dan non-MCT untuk feedstock biodiesel/bioavtur.

Tinggalkan Balasan